Tahun ini, saya banyak menikmati film dan serial Asia. Dan ini membuat saya banyak berpapasan dengan drama Korea yang banyak diperbincangkan. Mulai dari Crash Landing On You, Itaweon Class, sampai yang paling baru dan masih hangat ini adalah The World of the Married, yang juga memiliki banyak judul alternatif.

The World of the Married sendiri diremake dari serial Inggris, Doctor Foster. Katanya, dari segi cerita akan agak berbeda. Sebab, saya belum melihat kedua serial tersebut secara tuntas. Inti ceritanya tetap sama, tentang seorang dokter yang diam-diam diselingkuhi oleh suaminya.
Sebenar-benarnya, saya ingin mengulas serial drama ini kemudian membandingkan dengan origin story-nya. Tapi, kayaknya itu akan saya lakukan dilain kesempatan. Sebab kali ini, saya akan mencoba melihat bagaimana The World of the Married jika diremake oleh Indonesia.
Disini saya akan melihat sebagai kacamata seorang sutradara. Nama yang ada didalam daftar hanya sebagai sampel. Tidak ada maksud merusak nama baik atau pihak apapun.
Jika Korea punya istilah drakor, Indonesia tentu punya istilah sinetron. Karena formatnya sama, jadi kita akan mengambil dari sisi sinetron, bukan film. Dan, saya akan mencoba melihat siapa saja yang akan cocok memerangkan tokoh yang ada.
Kita tahu, bahwa karakter sentral dalam cerita ini adalah Ji Sun-wo, Lee Tae-oh dan Yeo Da-kyung. Memilih pemeran yang cocok akan sangat sulit dan penuh kehati-hatian. Jika tidak, para penggemar The World of the Married akan merasa kecewa.
Ji Sun-wo adalah seorang ibu rumah tangga yang bekerja di salah satu rumah sakit di Gosan. Usianya cukup tua meski dari segi penampilan masih terlihat cantik. Ada beberapa pilihan yang menjadi kandidat kuat. Ada Sophia Latjuba, Yuni Shara, dan Wulan Guritno.
Sophia Latjuba sudah cukup sering memperlihatkan kemampuan aktingnya, salah satunya lewat sitkom "Tetangga Masa Gitu?". Yuni Shara bisa dibilang kandidat kuat, namun sebagai seorang aktor Yuni Shara belum mempunyai rekam jejak yang bisa menjadi acuan kami. Wulan Guritno mungkin akan sangat cocok dan tentu memenuhi syarat.
Rekam jejaknya banyak meski tak pernah benar-benar didaulat menjadi pemeran utama. Mungkin, ini adalah debut untuk Wulan Guritno menunjukkan skill aktingnya.

Karakter berikutnya adalah Lee Tae-oh, yang menjadi suami Ji Sun-wo atau Dwi Sri Rahayu. Dalam peran ini juga memiliki kandidat kuat. Antara Ario Bayu, Raffi Ahmad, atau Arifin Putra. Dari segi akting, semuanya sudah pernah bermain dalam film layar lebar. Namun dari segi penampilan, sepertinya yang akan cocok mengambil peran ini adalah Arifin Putra.
Dalam beberapa perannya, intuisi saya mengatakan bahwa Arifin Putra akan cocok jika mengambil peran ini. Meski di dunia nyata, yang menjadi produser film hanyalah Raffi Ahmad. Nama Lee Tae-oh juga akan di-Indonesia-kan menjadi Agung Pranoto.

Berikutnya adalah karakter yang cukup sakral, Yeo Da-kyung. Dari beberapa artis yang juga hanyut dalam euforia drama ini, salah satu yang cukup aktif adalah Angela Lee. Tapi dari segi umur, Angela Lee tidak bisa memenuhi syarat. Ada beberapa kandidat lain seperti Beby Tsabina, Vanesha Precilla atau Mawar Eva.
Sangat sulit untuk memilih pemeran ini. Saya sebenarnya lebih condong untuk memilih Angela Lee karena dengan kefanatikannya, ia pasti akan punya effort yang cukup besar memerankan peran ini. Tapi produser mempertimbangkan pilihan tersebut. Sehingga, terpilihlah Vanesha Prescilla sebagai Deta, nama Indonesia dari Da-kyung.

Untuk peran yang lain, saya serahkan kepada casting director. Ada beberapa nama pemeran inti yang bisa saya bocorkan. Tapi tidak menutup kemungkinan akan di re-casting oleh produser kembali. Demi pertelevisian tanah air.
Kim Yeong-min akan diperankan oleh Rio Dewanto.

Go Ye-rim akan diperankan oleh Nirina Zubir.

Sul Myung-sook akan diperankan oleh Asri Welas.

Park In-gyu akan diperankan oleh Giulio Parengkuan.

Min Hyun-seo akan diperankan oleh Amanda Rawles.

Kim Yoon-gi akan diperankan oleh Reza Rahadian.

Masih ada beberapa nama lagi, tapi untuk saat ini saya sebagai sutradara hanya bisa membocorkan nama-nama tersebut. Kami akan membuat The World of the Married menjadi sangat Indonesia. Dengan budget yang cukup besar, sinetron ini akan diperkirakan berjalan 300 episode. Sebab, permasalahan yang akan diulik akan sangat besar dan banyak.
Dari segi budaya, kita akan melokalitaskan semuanya. Misalnya, asosiasi wanita akan kami ganti dengan perkumpulan arisan ibu-ibu. Kemudian beberapa tempat akan kami buat secara lebih realistis. Itu demi pembaruan sinetron di Indonesia agar tidak ada lagi stigma negatif.
Untuk adegan dewasa juga akan kami bicarakan dengan produser. Itu akan sangat panjang karena bertolak belakang dengan kebijakan KPI. Tapi kami akan optimis dengan sinetron terbaru kita ini. Meski merupakan sebuah adaptasi, tapi kami akan sangat berhati-hati dalam mengerjakannya.
Nah, banyak yang bertanya dengan judul. Kami sepakat untuk memakai judul dari lagu yang akan menjadi tema lagu sinetron ini: Sang Penggoda. Lagu yang dipopulerkan oleh Tata Janeeta dan Maia Estianty akan menjadi pengiring yang sangat relevan dengan cerita.
Untuk teman-teman yang sudah menunggu, harap bersabar. Biarkan kami bekerja dengan maksimal.






