Sebelum hadirnya Ganteng-Ganteng Serigala, lebih dulu muncul film-film atau sinetron kolosal di Indosiar yang dibawahi oleh production house Genta Buasa Paramita. Ada beragam jenis yang dibuat. Yang paling saya ingat adalah film-film kolosal itu, kemudian ada misteri ilahi, dan drama ibu-tiri-ayah-dibunuh yang diputar saat siang hari.
![]() |
| sumber: google.com |
Karena kecanduan nonton, sempat saya dan tante mengikuti sinetron Gentabuana yang tayang tengah malam. Jika disiang hari drama percintaan dan ibu tiri, kalau malam biasanya dengan tema yang lebih berat. Kadang-kadang mengangkat pembunuhan dan mistik. Saya ingat betul itu. Makanya, ketika menonton film Drishyam, yang pertama ada dikepala saya adalah,"wah, ini Gentabuana banget."
Saya mengangkat postingan ini bukan karena saya sendiri. Sebelumnya, saya sempat ada kepikiran untuk membahas tema yang sama, tapi bingung menyorot hal yang mana. Berkat postingan WhatsApp story teman saya, Atma, saya jadi kepikiran untuk nostalgia dengan film-film dan sinetron Gentabuana. Saya juga akan membahasa judul-judul atau cerita yang masih saya ingat.
PASANGAN YANG PALING SERASI
Bagi Gentabuana, nama-nama macam Temmy Rahady, Imel Putri, atau Afdhal Yusman adalah nama yang paling sering digunakan. Selain mereka, masih banyak lagi. Itu membuat Gentabuana tinggal mencari cerita kemudian melihat,"Imel sama Temmy sudah, sekarang siapa lagi yah?". Namun, ada beberapa aktor yang memang paling serasi menurut saya, sehingga ketika mereka dipasangkan cerita akan menjadi lebih solid.
Afdhal Yusman dan Ratu Anisa
![]() |
| sumber: youtube |
Pertama kali saya melihat ada kecocokan, saat menonton cerita danau toba yang diperankan oleh pasangan ini. Karena terhanyut dalam cerita, saya jadi paham tentang sejarah dan mitos danau toba lewat film ini.
Sewaktu SD, saya punya teman ngobrol soal ini. Setiap hari, kami selalu saling diskusi tentang cerita apa lagi yang akan kami tonton saat pulang sekolah dan kadang-kadang bernyanyi bersama. Teman-teman yang tidak paham, hanya melihat kami bernyanyi. Dulu, itu tidak masalah. Tapi sekarang, itu menjadi masalah yang terus kepikiran. Sebab teman saya bernyanyi adalah laki-laki.
Diantara berbagai macam aktor laki-laki, saya suka dengan Afdhal Yusman. Dulu saya berpikir ia keren dan berbadan kekar. Jika berkelahi dengan aktor lain, kemungkinan besar bisa menang. Ratu Anisa juga cantik, jadi ketika bertemu dengan Afdhal menurut saya adalah kombinasi yang pas.
Temmy Rahady dan Imel Putri
![]() |
| sumber: youtube |
Kalau ini sih bukan pilihan saya pribadi, tapi ternyata pasangan kedua ini punya daya pikat bagi penonton. Apalagi pembawaan Temmy Rahady yang selalu identik dengan suami kantoran, mungkin itulah yang membuat para perempuan lebih mengidolai Temmy Rahady ketimbang aktor Gentabuana lainnya. Bisa dibilang, Temmy Rahady adalah Fedy Nuril-nya Gentabuana.
LAGU YANG MEMORABLE
Gentabuana memang identik dengan lagu. Sepanjang film, saat ada suatu peristiwa pasti diiringi dengan lagu, begitu juga dengan keadaan bahagia. Jadi, bisa dikatakan ini adalah tipe film musikal. Tak heran, jika beberapa lagu Bollywood liriknya digubah untuk menjadi lagu baru yang menjadi pengiring film-film Gentabuana.
Dari berbagai macam lagu, hampir semuanya saya sukai. Sebab, dengan lirik yang simpel dan easy listening, kita jadi mudah menghapalnya. Bahkan, ketika film yang sama diputar kembali saya tidak masalah karena bisa mendengar dan ikut bernyanyi.
Beberapa lagu yang saya suka adalah Pandangan Pertama, Indahnya Bulan, Rindunya Hatiku, Dua Hati Satu Cinta, dan masih banyak lagi. Dulunya, saya berpikir lagu-lagu tersebut dinyanyikan oleh orang yang sama. Tapi ketika melihat lagu yang sama dinyanyikan oleh orang yang berbeda, saya baru tahu ternyata ada cara bernyanyi yang namanya lipsing.
The one and only. Favorit saya.
Bisa dibilang, gara-gara film dan sinetron Gentabuana lah saya jadi kenal yang namanya cinta dan perempuan. Karena kebanyakan mengangkat soal cinta, saya jadi tahu ternyata dalam dunia ini ada yang namanya laki-laki dan perempuan. Mereka bersama karena ikatan yang bernama cinta yang kemudian diikat dengan tali bernama pernikahan.
Kebahagiaan terjadi apabila keduanya saling menyukai. Itu bisa dirasakan ketika keduanya dalam kebahagiaan maupun kesedihan telah bernyanyi bersama. Maka dari situlah hadir perempuan pertama yang saya sukai, dari sekolah dan kelas yang sama. Jadi, bisa dibayangkan bagaimana upaya saya saat di sekolah dulu. Bermain sepakbola dan menjadi keren adalah kunci menjadi Afdhal Yusman.
SEBUAH PERMINTAAN UNTUK STREAMING SERVICE
Mungkin satu atau dua tahun yang lalu ketika Hooq masih ada, saya adalah salah satu pengguna yang cukup sering menonton disana. Selain karena tersambung dengan pembayaran wifi, juga karena banyak koleksi film-film Indonesia-nya. Saking seringnya saya nonton, saya sempat mengirim sebuah permintaan kepada Hooq.
Jadi, Hooq membuka saran, kritik, dan permintaan dari penggunanya agar koleksi dan fitur mereka jadi lebih baik dan nyaman untuk para pengguna. Saya menggunakan kesempatan itu untuk meminta film-film Gentabuana, terutama yang kolosal, dimasukkan kedalam Hooq.
Meski sampai saat Hooq tutup permintaan saya tidak tercapai, tapi itulah kira-kira bentuk dari cinta saya kepada film-film Gentabuana. Saya harap bisa menonton film-film dan sinetron Gentabuana kembali dalam versi yang jernih. Tak peduli itu di teve atau di streaming service, tapi kalau bisa di streaming service saja lah.










Saya masih inget tuh, afdhal main danau toba. Tapi saya dulu nggak terlalu suka afdal, nggak tahu kenapa, mungkin karena saya dulu masih kecil ya. Jadi lebih suka temy yang kalem daripada afdah yang kekar.
ReplyDeleteSempat kangen juga. Nyari di youtube, Tapi cuma ada beberapa. Atau kadang dengerin lagunya di youtube, kalau itu ada banyak
Saya jarang nonton sinetron sih, tapi wajah-wajah ini pernah sering saya liat, sinetronnya pakai nyanyi-nyanyi kayak India, cantik dan ganteng pula pemainnya :D
ReplyDelete