Cerita sebelumnya: Bukber di Masa Korona
Tidak ada alasan yang pasti kenapa nonton film jadi pilihan. Tapi sejauh yang saya sadari adalah, kami rindu dengan nonton bersama. Sebelum korona ini, kami biasa ke Hollywood Cinema (yang agak murah) untuk nonton film yang cukup besar macam film-film Marvel, Dilan, atau film-film horor macam Danur dan Makmum. Kami cinta Horor Indonesia.
Banyak pilihan tapi saya memilih yang cukup kami akrabi agar sepanjang menonton kami bisa tau dan ngobrol setelah film selesai. Kami memilih film Danur 3: Sunyaruri karena mayoritas dari kami sudah akrab dengan semesta cerita dan pemainnya.
![]() |
| sumber: google.com |
Sepanjang film berjalan, kami asik mengomentari banyak hal. Seperti:
"Itu rumah tapi bentuknya mirip gereja yah?"
"Setannya itu?"
"Wah, Rizky Nazar."
"Prilly cantik yah."
"Wah Syifa Hadju."
"Wah Steffi Zamora."
"Stifa Hadju cantik yah."
Kami selesai menonton sekitar jam 1. Film terasa agak cepat bagi kami padahal durasi filmnya sendiri adalah 1 jam 30 menit. Danur 3 kurang lebih bercerita tentang Risa yang diperankan oleh Prilly merasa aneh ketika menjadi normal, dibalik itu ada sesuatu yang telah terjadi kepada sahabatnya Peter Dkk. Kurang lebih seperti itulah.
Untuk yang belum nonton, rangkaian diskusi ini akan mengandung spoiler. Jadi diharapkan dengan menjadi bijak. Dan seluruh argumen kami murni dari hasil menonton tanpa rujukan review film manapun.
Poin pertama: siapa Raina (Syifa Hadju)?
![]() |
| sumber: instagram.com/syifahadjureal |
Yang telah kami tahu adalah ia bekerja di stasiun radio yang sama dengan Dimas (Rizky Nazar) dan seangkatan dengan Risa di kampus. Ia cukup pendiam namun berusaha untuk berteman. Penampilannya cukup misterius karena hanya sekelebat untuk nama besar seperti Syifa Hadju. Jadi penampilan setan di taman yang berbisik kepada Prilly adalah hal yang selanjutnya kami pertanyakan.
Nah, ini juga berhubungan apakah Raina adalah anak dari dukun yang tewas diamuk massa atau hanya orang biasa yang menjadi dendam. Ada beberapa adegan yang membuat kami berdebat. Yang pertama adalah saat Raina datang mengambil kalung. Nah kalung itu sebelumnya dipakai oleh seorang mayat yang menjadi perdebatan lagi: apakah perempuan atau laki-laki?
Kalau perempuan, bisa kita asumsikan ia adalah setan yang membisikkan Risa di taman. Tapi kalau laki-laki itu kemungkinan besar adalah dukun tersebut. Tapi dari bentuk tubuh sepertinya itu adalah perempuan.
Nah adegan berikutnya adalah saat Dimas membaca koran yang tertempel di dinding tentang dukun yang tewas di amuk massa. Di sana, ada foto dukun tersebut dan seorang anak perempuan. Dukun tersebut memakai sebuah kalung yang telah diambil oleh Raina. Kami berpikir apakah itu adalah Raina atau setan berbisik. Sebab, kami juga agak bingung dengan kehadiran setan perempuan itu.
Sampai pada satu dialog, kami kemudian sepakat bahwa Raina adalah anak dari dukun yang selamat. Itu adalah saat Raina berkata,"kamu yang membuat aku seperti Bapak,". Agak ambigu memang. Tapi yang kita tahu Bapak disini hanyalah satu, yaitu dukun tersebut.
Poin kedua: kapan Raina melihat Peter Dkk?
![]() |
| sumber: google.com |
Sepanjang film mempertanyakan motif setan dari film ini, kami akhirnya tahu bahwa ini adalah dendam pribadi. Jadi, Raina menganggap Prilly sombong karena seolah-olah baru bertemu saat diperkenalkan oleh Dimas.
Kemudian, motif yang lain adalah Raina ingin berteman kepada Peter Dkk tapi mereka tidak mau karena merasa akan meninggalkan Risa. Jadi, ada dua motif yang membuat Raina benci kepada Risa dan sahabatnya.
Dari adegan flashback terjadi pertanyaan kapan Raina melihat Peter. Sebab pada adegan pertama terlihat Raina seakan melihat Raisa bermain bersama peter dan adegan kedua terlihat Raina melihat Risa sendiri tapi dari perspektif yang lain terlihat Peter Dkk ada disebelah Risa dan mengajak Risa untuk pergi. Ini menimbulkan pertanyaan baru bahwa kalau memang Raina sudah melihat sahabat Risa dari adegan flashback tersebut, berarti memang Raina mempunyai mata batin seperti Risa. Tapi kalau Raina bisa melihat sahabat Risa karena kalung dari bapaknya berarti adegan flashback tersebut memang memicu pertanyaan ambigu.
Dari berbagai macam perdebatan, dua poin itu adalah yang paling alot kami diskusikan. Untuk poin pertama, kami sepakat bahwa Raina adalah bapak dari dukun yang tewas diamuk massa. Tapi poin kedua, beberapa masih kekeuh dengan pendapatnya masing-masing, tapi menjadi bingung ketika membandingkan dengan argumen lain.
Mungkin kaminya saja yang tidak fokus menonton karena banyak mengomentari sepanjang film berjalan. Jadi, kami melewatkan detil kecil yang sebenarnya bisa menjadi jawaban dari pertanyaan kami. Untuk pemilihan nama Raina saya rasa Risa Saraswati tak mau ambil pusing. Mungkin karena berhubungan dengan hujan makanya dinamakan Raina. Tapi ini hanya cocoklogi saja. Sebab, kami cinta Danur Universe.










Saya hanya baru menonton yang Danur pertama nih, seperti biasa, saya jujur lebh takut nonton film horor Indonesia ketimbang film horor negara lain (asal jangan Thailand sih :D), soalnya di Indonesia pasti bertemu dengan Mbak Kunti dll itu hiiii :D
ReplyDelete