![]() |
| Sumber: google.com |
Jadi, selama kurang lebih 40 hari masa pandemik ini, saya cukup banyak menonton film-film Asia. Tanpa saya sadari, itu cukup membuat saya bingung juga. Apalagi dengan kontinuitas tersebut. Ada beberapa yang saya catat, termasuk dari negara Indonesia Jepang, Cina, Thailand dan India. Sebenarnya, saya ingin banyak menonton dari negara yang lain, tapi saya berpikir untuk memecahnya menjadi lebih dari satu bagian.
Indonesia
27 Steps of May (2018) adalah film garapan Ravi Bharwani. Bercerita tentang perjuangan seorang perempuan menghadapi trauma pasca-pemerkosaan. Film ini dibawakan dengan tempo yang cukup baik. Tidak cepat, dan juga tidak terlalu slow sehingga membuat ngantuk. Trauma yang dialami karakter May dibawakan dengan baik oleh Raihaanun. Karakter pendukung seperti Lukman Sardi, Ario Bayu, dan Verdi Solaiman juga tak kalah keren.
Jaga Pocong (2018) adalah film horor yang cukup underrated arahan Hadrah Daeng Ratu, yang sebelumnya membuat Makmum. Bercerita tentang seorang perawat dari rumah sakit yang ditugaskan untuk merawat seorang pasien, namun saat tiba pasien tersebut telah meninggal. Kira-kira, itulah gambaran singkat agar tidak memberi banyak spoiler. Ketegangan yang dibangun cukup bisa menakut-nakuti. Karakter yang dimainkan Acha Septriasa cukup baik tapi tidak istimewa.
Kulari Ke Pantai (2018) adalah drama musikal anak karya Miles Production. Diarahkan oleh Riri Riza dan diproduseri oleh Mira Lesmana tentu saja. Bercerita tentang perjalanan seorang Ibu-Anak yang berlibur, namun harus bersama oleh keponakannya yang orang kota. Agak berantakan sih cerita yang saya jabarkan, tapi film ini cukup menghibur sebagai film anak. Saya baru ngeh bahwa karakter anak utama adalah pemeran yang sama dalam Dua Garis Biru.
My Generation (2018) adalah film garapan Upi Avianto. Bercerita tentang sekelompok anak SMA yang cukup rebel. Sebagai penikmat film Upi, menurut saya ini bukan film terbaik Upi tapi cukup menghibur. Salah satu hal yang paling penting dari sebuah film adalah membawa sebuah pesan tanpa tahu ketahuan. Istilahnya, kita menggampar seseorang dengan ciuman. Sayang tidak terjadi difilm ini.
Thailand
The Pool (2018) adalah film arahan Ping Lumpraploeng. Tentang seorang pria yang terjebak disebuah kolam renang bersama pacarnya. Apa yang menarik? Ohya, saya belum mengatakan ada orang ketiga disana. Itu adalah seekor buaya rawa yang terjebak akibat hujan. Selama menonton film Thailand tidak pernah kecewa. Dan The Pool berhasil membawa tongkat estafet itu dengan baik. Meski begitu, beberapa logika adegan memang terasa sangat dirancang.
The Swimmers (2014) arahan Sopon Sukdapisit. Singkatnya, ini film tentang cinta segitiga. Sopon memang cukup sering membuat film horor. Misteri yang dibangun cukup baik dan tidak berlubang.
Ladda Land (2011) masih dengan sutradara yang sama, Sopon Sukdapisit. Tentang sebuah keluarga yang memilih pindah disebuah kompleks perumahan, tapi mengalami keganjalan. Ceritanya memang tipikal film horor, tapi Ladda Land tampil baik dan bisa membedakan dirinya. Atmosfer yang dibangun juga sangat mencekam sampai ke akhir film.
Jepang
Survival Family (2016) adalah film arahan Shinobu Yaguchi. Bercerita tentang sebuah keluarga yang bertahan hidup tanpa listrik. Dengan premis yang begitu menarik, Survival Family dieksekusi dengan cukup baik. Menonjolkan road-trip dan drama, cukup menambah ketegangan dibeberapa titik. Meski pada akhirnya, saya berpikir jika ini disutradarai oleh Bong Joon-ho pasti akan lebih menonjolkan strata sosialnya. Mungkin akan lebih sadis. Tapi arahan Shinobu Yaguchi ini mengambil arah yang lebih konvensional. Tidak istimewa, tapi tetap hangat.
China
Ip Man 4: The Finale (2019) arahan Wilson Yip ini katanya adalah seri terakhir dari Ip Man Donnie Yen. Saya adalah orang yang cukup senang dengan Ip Man. Apalagi diperankan dengan baik oleh Donnie Yen. Pembawaannya tenang meski sekacau apapun keadaan.
Seri terakhir ini mengangkat cerita saat Ip Man sudah mulai tua, namun cemas akan keadaan anaknya yang lebih memilih bela diri daripada sekolah. Disamping itu sedikit cerita tentang Bruce Lee dan kelompok asosiasi bela diri cina di Amerika juga diulik dengan menarik. Bagaimana rasis yang terjadi disana, cukup membuat emosi naik turun. Untuk penutup sebuah seri bukan yang terbaik, tapi untuk sebuah film ini cukup hangat dan menghibur.
India
The Lunchbox (2013) adalah film Bollywood arahan Ritesh Batra. Bercerita tentang seorang laki-laki paruh baya yang mendapatkan kotak makan salah alamat dari seorang perempuan. Premisnya memang agak sinetronable, tapi filmnya sangat menarik dan keren. Salah satu adegan pembuka terbaik sejauh ini.







